30 Dosen STTG mengikuti International Conference AASEC 2019 di Bali

Universitas Warmadewa (Unwar) bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Annual Applied Science Engineering Conference (AASEC) di Aston Denpasar Hotel dan Convention Center yang berlangsung dari tanggal 24-27 April 2019. AASEC Tahun 2019 bertemakan “Integrating Innovations in Science and Engineering among Young Researchers”.

Foto bersama AASEC

Sebanyak 30 Dosen Sekolah Tinggi Tenologi Garut yang terdiri dari Program Studi Teknik Industri, Teknik Sipil serta Teknik Informatika ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Adapun pembicara dalam kegiatan ini yaitu:

Keynote Speaker 1 : Assoc. Prof. Abdullahkareem (Taylor’s University Malaysia)
Keynote Speaker 2 : Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK (Universitas Warmadewa)
Invited Speaker 1 : Dr. Eng. A. B. D. Nandiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia)
Invited Speaker 2 : Dr. Eng. Muhammad Aziz (The University of Tokyo)

Ketua Panitia AASEC 2019 Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si., mengatakan AASEC ini merupakan sebuah event tahunan rutin yang awalnya bermula menghimpun para peneliti muda untuk sharing hasil-hasil research.

Yang  khas dari AASEC ini adalah mengundang para Diaspora (warga negara Indonesia yang menjadi Dosen di luar negeri) dan ini yang menjadikan inti semangat untuk menghimpun para peneliti muda di Indonesia.

Dikatakan karakteristik dari kegiatan AASEC yang ke-4 ini adalah mengusung tema tentang kesiapan para peneliti di era disruptif dan revolusi 4.0.

Harapannya kedepan dengan mendatangkan para Diaspora yang berprestasi terutama dalam publikasi internasional semoga para audiens termotivasi untuk mengikuti jejak mereka karena ternyata para WNI yang bertugas sebagai peneliti di  luar negeri banyak yang di apresiasi.

Ade Gafar menyampaikan jumlah regristrasi abstrak sebanyak 1.064 tetapi yang menyatakan kesiapan hadir sebanyak 726 peserta dari 60 perguruan tinggi se-Indonesia. Dan ia berharap Indonesia menjadi pionir yang tidak hanya sebagai followers tetapi inovasi-inovasi bidang science and engineering muncul dari peneliti-peneliti muda Indonesia.

Tidak hanya itu saja, dua dosen dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut mendapatkan Best Presenter (Roundtable Session) yakni Ibu Leni Fitriani, M.Kom dan Ayu Latifah, M.T.

Best Presenter (Roundtable Session)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *