Pencanangan Gerakan TIK untuk Pesantren oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Dalam bukunya “By the People : a History of American as Volunteers”, Ellis dan Champbel mengatakan bahwa Relawan TIK bertindak berdasarkan tanggung jawab sosial tanpa memperhatikan keuntungan laba. Di Garut, gerakan Relawan TIK muncul dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Relawan TIK tersebut baik dalam kelompok pengembang platform TIK ataupun kelompok penggerak TIK sekarang ini berhimpun dalam Komunitas TIK Garut. Relawan TIK Garut yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan gerakan Relawan TIK untuk Pesantren sebagai bentuk tanggung jawab sosial dalam membangun masyarakat informasi Garut dengan tanpa memperhatikan keuntungan laba. Gerakan tersebut sejalan dengan kewajiban penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diemban oleh Perguruan Tinggi.

Pencanangan gerakan tersebut secara formal nasional dilakukan relawan TIK Garut pada tanggal 3 November 2012 lalu yang diwakili oleh ketua Sekolah Tinggi Teknogi Garut yang juga Dewan Penasihat Komunitas TIK. Pencanangan tersebut dihadiri oleh Relawan TIK Indonesia Wilayah Jawa Barat dan Relawan TIK Pesantren Jawa Timur. Walau demikian, gerakan tersebut sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum tanggal pencanangan tersebut. Pada tanggal 16 Januari 2012 lalu, Relawan TIK Garut telah mendistribusikan Distro Ubuntu Garut dan melatihkan pemanfaatannya kepada sekolah dan pesantren di Garut melalui Seminar dan Pelatihan TIK Garut ke-2 Sekolah Tinggi Teknologi Garut. Distro Ubuntu Garut Edisi Switzerland van Java (UGE-SVJ) diserahkan oleh ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Prof DR Ali Ramdhani yang didampingi oleh dosen ITB, Kridanto Surendro, Ph.D kepada Pesantren Darussalam Kersamanah.

Ubuntu Garut Edisi Switzerland Van Java produk Relawan TIK Garut

Penyerahan UGE-SVJ kepada Pesantren

Pelatihan Pemanfaatan Ubuntu yang diikuti Perwakilan Sekolah dan Pesantren Garut


Pencanangan Gerakan Relawan TIK Garut untuk Pesantren mendahului kegiatan Seminar dan Pelatihan TIK Garut ke-5 yang akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 November 2012 mendatang dan diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Komunitas TIK Garut, dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jendral Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika. Dalam kegiatan Seminar dan Pelatihan TIK tersebut, Komunitas TIK Garut mengelola pelatihan yang dilaksanakan oleh Relawan TIK dari Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan Politeknik Pos Bandung untuk staf Pesantren dalam rangka mengoptimalkan penggunaan perangkat lunak otomatisasi kantor dan pemanfaatan perangkat lunak hasil penelitian yang dihibbahkan kepada pesantren. Prof DR Ali Ramdhani mengatakan bahwa hibah perangkat lunak hasil penelitian tersebut dan pelatihannya akan dilakukan berulang di Garut setiap satu tahun sekali.

Selain Pencanganan Gerakan Relawan TIK Garut untuk Pesantren, juga dilaksanakan kegiatan edukasi TIK terhadap Santri Pesantren al-Musaddadiyah. Santri diberi pemahaman tentang internet melalui pemutaran video dan pengajaran oleh Novianto Puji Raharjo dari Relawan TIK Jawa Timur untuk Pesantren. Ikut ditampilkan dalam acara tersebut video karya Kelompok Penggerak TIK dan dokumenter program KIV yang melibatkan Pesantren al-Musaddadiyah pada bulan Agustus lalu.
PERANGKAT LUNAK UNTUK PESANTREN

Dalam Seminar dan Pelatihan TIK Garut ke-5 dihibahkan dan dilatihkan sejumlah perangkat lunak kepada 20 Pesantren di Garut yang meliputi program aplikasi waris (fara’id) berdasarkan Fiqh Mazhab Syafi’i, sistem pembayaran, dan pembuat profil organisasi. Salah satu perangkat lunak yang banyak direspon oleh para kyai di Jawa Timur melalui grup facebook “Komunitas Santri Informatika” adalah Sistem Pembayaran.  Program aplikasi tersebut dikembangkan oleh Relawan TIK Garut agar dapat dimanfaatkan oleh organisasi yang memiliki pembayar yang dapat dikelompokan berdasarkan tahun angkatan dan sub organisasi, misalnya Pesantren yang terbagi menjadi Pesantren Putra dan Putri. Dengan sistem ini diharapkan pengguna informasi di Pesantren dapat mengetahui kondisi pembayaran, baik per individu santri atau per sub organisasi Pesantren, dalam rentang waktu transaksi yang dikehendaki, dan yang disusun berdasarkan tanggal transaksi atau nama komponen biaya. Program aplikasi ini memiliki fitur manipulasi nama komponen biaya yang memungkinkan organisasi menentukan namanya sesuai dengan kebijakannya sendiri.

Perangkat lunak Sistem Pembayaran yang dihibahkan kepada Pesantren

Perangkat lunak freeware yang dikelola oleh Divisi Sumber Daya TIK Komunitas TIK Garut ini dapat dipesan oleh pesantren dengan cara mengkonfirmasikan nama dan alamat Pesantren kepada Komunitas TIK Garut. Konfirmasi ini diperlukan oleh Komunitas TIK Garut untuk memetakan pengguna perangkat lunak dalam Sistem Informasi Geografis. Pemetaan ini dilakukan oleh divisi tersebut untuk memudahkan distribusi versi berikutnya dan koordinasi dengan Relawan kelompok penggerak TIK daerah yang akan melatihkannya.

MASA DEPAN GERAKAN

Dalam acara Silaturahmi 3 November 2012, Yayasan al-Musaddadiyah, Forum Pondok Pesantren Garut, dan Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin memberikan padangannya masing-masing tentang pentingnya TIK bagi Pesantren dan signal kerjasama TIK di antara organisasi-organisasi tersebut. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan gerakan Relawan TIK untuk Pesantren di Wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Sementara kerja kolaboratif di antara relawan TIK Garut dan Jawa Timur untuk Pesantren terbuka setelah ditandatanganinya Piagam Kerjasama antara Majelis Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin dengan Sekolah Tinggi Teknologi Garut yang merupakan wakil Yayasan al-Musaddadiyah dalam bidang TIK.

Suasana Silaturahmi Kekuatan Gerakan TIK untuk Pesantren Jawa Barat dengan Jawa Timur


Penandatanganan Kerjasama Sekolah Tinggi Teknologi Garut dengan Majelis Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin yang mengkolaborasikan Relawan TIK Pesantren Garut dengan Jawa Timur

Dari kiri ke kanan : Prof DR M Ali Ramdhani (Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Garut / Dewan Penasihat Komunitas TIK), Novianto Puji Raharjo (Relawan TIK Pesantren Jawa Timur), Fajar Eri Dianto (Relawan TIK Indonesia Wilayah Jawa Barat), Rinda Cahyana (Relawan TIK Indonesia Cabang Garut)

Dalam acara silaturahmi Relawan TIK Garut dan Jawa Timur untuk Pesantren di Rumah Makan Stroberi dicapai pemahaman bersama bahwa relasi di antara Relawan berbeda wilayah tersebut adalah kerja kolaborasi, di mana setiap relawan berbagi sumber daya untuk membantu Pesantren menerapkan TIK sesuai dengan kebutuhannya dan kebutuhan ummat. Termasuk membuka akses layanan TIK kepada komunitas TIK pesantrennya masing-masing, di mana Relawan TIK Jawa Timur untuk Pesantren membuka akses bagi Relawan TIK Garut untuk Pesantren ke Jaringan Majelis Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin, dan sebaliknya ke jaringan Forum Pondok Pesantren Garut.

Suasana Silaturahmi antara Relawan TIK Garut dan Jawa Timur untuk Pesantren

Tidak lupa Relawan TIK untuk Pesantren juga berkunjung ke Pesantren an-Najaah, tempat ketua program ICT4Pesantren Komunitas TIK Garut, dan menyempatkan untuk mendengar pendapat Pesantren tentang TIK dan meminta doa dari ulamanya. Di Pesantren tersebut Relawan TIK Garut menyatakan niatnya menyelenggarakan Jambore TIK Plus (Pesantren) yang kemudian disambut baik oleh Relawan TIK Jawa Timur. 

Mendengar pendapat dari pengasuh Pesantren an-Najaah tentang TIK dan meminta doa

Meminta doa dari Sesepuh Pesantren an-Najaah

Saat berkunjung ke Pesantren an-Najaah
http://www.sttgarut.ac.id/

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *