Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut mengedukasi ratusan pimpinan Pondok Pesantren se Garut

Pada tanggal 17 Januari 2013, Relawan TIK Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG) diundang oleh Kelompok Kerja Pondok Pesantren Salafiah (KKPPS) Kabupaten Garut untuk menjadi pemateri dalam acara Workshop Pengembangan Mutu dan Tata Kelola Pondok Pesantren Salafiah se Kabupaten Garut. Acara yang diselenggarakan di LEC Garut itu dihadiri oleh tiga ratusan pimpinan atau perwakilan Pondok Pesantren. Kerjasama Relawan TIK Garut dengan KPPS Garut ini melalui kerjasama KPPS Garut dengan Sekolah Tinggi Teknologi Garut. 
Suasana Workshop yang diisi oleh Relawan TIK Garut
Dalam kesempatan tersebut Relawan TIK STTG menjelaskan komunikasi, kerjasama, dan program kerja yang telah dibangun dengan pesantren, Kelompok Kerja Pondok Pesantren Salafiah Kabupaten  Garut, Majelis al-Muwasholah Baina Ulama’il Muslimin, dan Relawan TIK Jawa Timur dalam kaitannya dengan pengembangan TIK pesantren. Peserta Workshop juga menyampaikan beberapa informasi terkait pemanfaatan TIK di lingkungan Pesantren. 
Peserta dari wilayah Cikelet mengeluhkan “blank spot” yang menyebabkan mereka harus menempuh perjalanan dua jam untuk dapat terhubung ke internet. Kebutuhan akses internet tersebut terkait tugas rutin penyampaian data lembaga pendidikan kepada instansi terkait. Semetara peserta dari wilayah Pasirwangi mengatakan bahwa Penyedia Jasa / ISP enggan menarik kabel telpon ke wilayahnya sehubungan dengan seringnya pencurian kabel di wilayah pelosok. Kondisi ini bukan merupakan temuan pertama bagi Relawan TIK Garut, karena pada tahun sebelumnya kasus pencurian kabel juga terjadi di wilayah Cilawu yang menyebabkan Warung Internet Pedesaan (Wardes) di sana tidak berfungsi. Namun lain lagi dengan peserta dari wilayah Bungbunglang, masalah koneksi internet telah diatasi dengan memanfaatkan fasilitas internet satelit bantuan dari Pemerintah. 
Dengan berdasarkan informasi ini, Relawan TIK STTG kemudian meyampaikan pandangannya tentang pentingnya fasilitas internet satelit bagi wilayah yang tidak terjangkau media transmisi kabel, apakah fasilitas itu berupa kendaraan bergerak semisal Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang melayani wilayah tersebut minimal satu bulan sekali, atau Wardes yang dapat dicapai dengan jarak tempuh tidak lebih dari satu jam perjalanan. Relawan TIK STTG memandang perlu dilakukannya evaluasi terhadap MPLIK di Garut yang selama ini belum menjangkau wilayah blank spot di Garut Selatan tersebut. Internet yang sudah menjadi kebutuhan penting penyelenggara pendidikan ini hanya dapat diatasi oleh Pemerintah, ISP, dan perusahaan terkait lainnya. Diharapkan kebutuhan tersebut minimalnya dipenuhi dengan memfungsikan fasilitas internet satelit yang dimiliki kecamatan untuk melayani kebutuhan data dan informasi pengelola Pesantren ini.
Peserta juga sangat antusias terhadap konten internet. Beberapa peserta menanyakan tentang bagaimana menggunakan “mbah” Google melalui perangkat bergerak dan bagaimana menghindarkan diri terjebak untuk tidak masuk ke dalam situs yang mengandung konten “tidak penting”. Relawan TIK STTG menjelaskan bahwa syarat terhubung ke layanan Google ini adalah koneksi internet. Dengan kondisi kecepatan akses yang terbatas, setiap orang sekarang ini dapat mengakses internet sepanjang tersedia koneksi di wilayah tempat tinggalnya. Dan pastinya hal ini tidak bisa dinikmati oleh peserta dari Cikelet mengingat masyarakat di sana harus pergi ke area hot spot tertentu hanya untuk mengirimkan SMS atau sekedar Telpon. Relawan TIK STTG juga menjelaskan pentingnya memperhatikan kesesuaian nama domain dengan konten yang dicari. Dengan memperhatikan hal tersebut diharapkan lebih kecil kemungkinannya bagi pengguna internet pesantren untuk mendapatkan konten tidak penting.
Pembicaraan setelah sesi Workship Selesai
Setelah sesi Workshop berakhir, peserta melanjutkan komunikasinya dengan Relawan TIK STTG. Dalam kesempatan tersebut Relawan TIK STTG juga membagikan secara cuma-cuma perangkat lunak Sistem Pembayaran kepada peserta yang membawa simpanan data / flashdisk. Pesantren yang meminta perangkat lunak tersebut antara lain Pesantren al-Barkah, al-Fajr, al-Ihsan, al-Muawanah, an-Nur, Darul Huda al-Ikhlas, Hidayatul Abror, Miftahul Falah, Miftahul Huda, Nurul Amanah, dan Yapinur. Peserta juga berharap agar Relawan TIK Garut menyelenggarakan pelatihan TIK bagi pesantren. Relawan TIK Garut mempersilahkan perwakilan dari Pesantren untuk mengikuti pelatihan TIK mingguan yang diselenggarakan di Pusat Komunitas TIK Garut, di kompleks Yayasan al-Musaddadiyah, gedung D Sekolah Tinggi Teknologi Garut, jalan Mayor Syamsu nomor 1 Kecamatan Tarogong Kidul.
http://www.sttgarut.ac.id/

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *